Biodataku
Hallo semua, Aku Novita Dian Susilowati
biasa dipanggil Novita atau orang terdekatku biasa memanggilku dengan sebutan
NOBLENG. I don’t know why they called me NOBLENG. But whatever the reason I
feel happy when someone call me NOBLENG. Bukan nggak bersyukur dipanggil nama
aslinya tapii aku pikir itu sebagai pembeda dari yang lainnya. Ya karena nama
Novita itu udah terlalu pasaran hehe. Tapi aku tetep suka juga kalau ada yang manggil
aku Novita atau Dian tapi jangan di panggil Susilo yaa ntar kesannya kaya manggil
cowo hihi.
Oiya kalau dilihat dari nama depanku udah
terlihat kali ya kalau aku lahir dibulan apa?, yups November. Tepatnya aku
lahir di hari pahlawan yaitu tanggal 10. Aku berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.
Orang ngapak tulen nih ahay. Akan tetapi masih ada yang mengira kalau Cilacap
itu masuk Provinsi Jawa Barat. FYI guys…Cilacap yang bagian barat memang banyak
yang menggunakan bahasa sunda karena memang dekat dengan perbatasan Jawa Barat,
tapi kalau yang bagian timur pakai Bahasa ngapak kok, boleh diadu nih ngomong
bahasa ngapaknya. First impression orang yang ketemu aku kadang selalu ngomong
gini “ Kok kamu dari Cilacap Bahasa Indonesiamu nggak medok sih?” terus
disambung dengan tantangan “ Coba dong ngobrol pakai bahasa ngapak “ Seketika
otak aku ngeblank, karena ya bingung mau ngomong apa kecuali kalau dipancing
pake bahasa ngapak juga, aku jabanin dehh sampai magrib huhu.
Aku anak kedua dari 2 bersaudara. Aku
bersekolah di TK Margirahayu di desaku. Lanjut sekolah dasar di SD Negeri 01
Adiraja. Ngomongin soal SD, Aku termasuk orang yang lumayan aktif semenjak
kelas 2, mulai dari berpartipasi dan tampil dance dalam acara wisuda anak kelas
6. Waktu itu kelompok kami membawakan dance dari girl band populer pada masanya
yaitu Blink, dengan judul lagu “ Dag dig dug hatiku. “ You can imagine how children danced it.
That’s to much weird. Aku beberapa kali mengikuti perlombaan seperti, pantomim,
cipta puisi, fashion show hari kartini, lomba siswa teladan, lomba pramuka, dan
mengambar. Ada yang gagal ada juga yang berhasil menorehkan juara, Namanya juga
lomba pasti ada menang dan kalah. Perolehan juara paling tinggi pada saat aku
mengikuti kompetisi pantomim yaitu juara 1 tingkat kecamatan, juara 2 ku
torehkan pada saat mengikuti lomba cipta puisi dan juara 3 pada saat lomba
fashion show kartini. Oiya di SD juga ada salah satu guru (Bu Chichi )yang
menganggapku sebagai anaknya sendiri sampai beliau punya nama panggilan sendiri
buat aku, yaitu Ophii sering juga beliau mengajaku jalan-jalan di hari libur. Singkat
cerita di kelas 6 kita wisuda dan part paling tersedih adalah perpisahan. Ya
walaupun ada beberapa temanku yang akhirnya satu SMP lagi denganku tapi tetep
aja sedih ya kan huhu.
The next level of study is junior high
school, akhirnya aku bersekolah di SMP impianku yakni di SMP Negeri 1 Adipala. Bertemu
orang baru dan memulai cerita baru, cielahh bergaya sekali ini bocil. Di SMP
aku mengukiti organisasi OSIS dan Pramuka. Di osis aku sebagai bendahara dan di
pramuka aku sebagai pratama putri. Bisa dibilang aku sangat suka organisasi
kala itu. Selain organisasi aku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler basket.
Mitosnya basket bisa nambah tinggi badan, but for me it doesn’t work nyatanya
tinggi badanku segini gini aja arghhhh. Diberi kesempatan untuk mengikuti basketball
competition tingkat kabupaten dan teamku menorehkan prestasi sebagai juara
pertama. Dalam bidang akademik juga aku tidak pernah ketinggalan walaupun sibuk
dalam organisasi .
Kata orang masa masa SMA adalah massa yang paling menyenagkan, tapi
menurutkku enggak. Yak karena masa SMA yang harusnya dihabiskan dengan
teman-teman malah belajar di rumah sebab corona virus melanda dan seluruh
sekolah diliburkan. Awalnya sih libur 2 minngu eh tau-tau udah lulus aja dan
corona masih belum teratasi. Ngomongin soal SMA Aku bersekolah di SMA Negeri 1
Maos, Kabupaten Cilacap. Aku juga mencoba hal baru dengan mengikuti organisasi
yaitu MPK ( Majelis Perwakilan Kelas ). Aku penasaran dengan tugas MPK oleh
karenanya aku join organsisai MPK. MPK itu termasuk lembaga legislative
tugasnya mengawasi kinerja osis dan kedudukannya lebih tinggi daripada osis. Sebelum pandemic aku aktif dalam
ekstarakulikuler english club. Namun setelah pandemic seolah ekstra ini mati
ditelan bumi, alias tidak berjalan lagi. Pertengahan semester 2 kelas 10 aku
diajak temanku bergabung di KIR ( Karya Ilmiah Remaja ). Awalnya aku ragu
tetapi, hidupku berbanding terbalik 180 derajat
setelah mengikuti KIR hehew. Aku mulai aktif kegiatan lagi meskipun pandemi.
Aku mengikuti bebagai lomba Karya Tulis Ilmiah mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat
internasional dengan teamku. Aku berhasil menorehkan beberapa penghargaan
seperti silver medal tingkat internasional, gold medal tingkat nasional,
special award tingkat internasional,2 kali
juara 1 tingkat kabupaten.
Setelah
3 tahun berlalu perpisahan kembali terjadi. Yaps aku harus siap berpisah bengan
teman-temanku karena masa study kami telah usai, walaupun terhalang pandemi.
Nggak semudah mencari SMA setelah lulus dari SMP. Ini adalah tahap yang
menegangkan dalam hidup, terlalu dramatis nggak sih hehew. Aku ingin
melanjutkan studyku ke jenjang perguruan tinggi. Di pertengahan kelas 11 Aku melakukan riset terkait PTN yang ada di Indonesia. Aku ingin melanjutka study dengan jurusan
aktuaria lantas aku mencari dan menemukan perguruan tinggi negeri yang ada
jurusan akturia, diantaranya adalah kampus sebelah A.K.A Universitas Gadjah
Mada, Brawijaya, ITS, Unpad, ITB,IPB,UI, dan beberapa kampus swaswat seperti
Trisakti Binus University. Pada saat pendataan siswa eligible aku masuk di
dalamnya dan aku menepati ranking pertama pararel siswa eligible dengan nilai
rata-rata 95 lebih. Lantas apakah ketika mendaftar jalur snmptn aku langsung diterima
mengingat terdapat tambahan nilai dari piagamku?. Tentu tidak semudah itu
ferguzo hiksss. Aku tertolak PTN yang aku pilih dalam jalur SNMPTN(UGM ). Nangis?
Oh tentu saja … . Karena tidak mau ketahuan menangis oleh orang tuaku, aku
menangis di kamar saat membuka portal LTMPT apakah aku lolos atau tidak. Apakah aku menyerah begitu saja? Tentu
tidak guys, aku mencoba mendaftar jalur lain sebelum SBMPTN dimulai yaitu
beberapa jalur prestasi di beberepa univ. Berhubung aku masih kekeh ingin
jurusan Aktuaria dan harus di UGM aku mencoba mendaftar di jalur prestasi UGM.
Dan hasilnya tertolak lagi. Sakit nggak? Sakit banget guys real guys no tipu
–tipu, keduakalinya gagal mendftar di UGM. Apakah aku menyerah setelah tertolak untuk kedua kalinya ? Sangat
tidak mungkin, dalam kamusku tidak ada kata menyerah, gass terus, gagal mah
urusan belakang. Aku mendaftar jalur prestasi IPB, Unpad, Brawijaya dan UI dan
dengan jurusan yang sama yaitu Aktuaria karena dulu aku mikir aktuaria harga
mati, hihi kaya NKRI aja. Lanjut guys dan semua hasilnya Nihil. Kecewa ? sudah
pasti. Hopeless? Tentu. Tapi apakah saya menyerah ? oh tidak. Saya mencoba
mengikuti ujian SBMPTN dan pilihan pertamaku adalah UGM pilihan kedua IPB dan
hasilnya gagal lagi.
Aku
memutuskan untuk gapyear( menunda satu tahun untuk kuliah ) dan memilih untuk
mencoba pengalaman dan hal baru dengan mengambil kursus di kampung inggris pare
selama beberapa bulan. Aku bertemu banyak orang dan banyak yang sama sepertiku
yaitu anak gapyear. Singkat cerita aku pun mulai menyiapkan diri untuk belajar
SBMPTN lagi. Namun kali ini bukan Aktuaria yang menjadi incaranku. Aku malah
lebih tertarik dengan jurusan teknik industri dan aku melakukan riset beberapa
univ yang bagus untuk prodi teknik industri. Saat mendaftar aku memilih UGM
lagi sebagai pilihan pertama namun sekarang jurusannya bukan aktuaria melainkan
teknik industri dan pilihan kedua aku mengambil manajemen UPNYK, nggak tau
kenapa melnceng ke manajemen, intinya waktu itu cari aman aja hihi.
Aku
dinyatakan lolos jaluar SNBT tapi bukan pilihan pertama melainkan pilihan
kedua. Alhamdulillah lolos walaupun bukan jurusan impian. Aku tetap berusaha
mendaftar jalur mandiri di berbagai univ yaitu diantaranya Brawijaya, ITS,
Diponegoro, Unpad. Namun, semuanya tertolak. Aku juga mendaftar President
University dan mendaptakan beasiswa 75% namun menurutku biayanya masih tetap
mahal, jadi aku putuskan untuk tidak mengambilnya.
Waktu
itu UNY membuka jalur pendaftaran mandiri prestasi dan prestasi unggul. Aku
tertarik untuk mendafar karena ada jurusan yang aku minati yaitu teknik
industri, walaupun tekmasuk prodi baru. Singkat cerita aku mendaftar UNY tapi
aku mendaftar secara diam diam tanpa diketahui orang tuaku. Waktunya pengumuman
kelolosan, dan ternyata aku lolos di teknik industri,UNY. Lantas aku
menceritakan kepada kedua orangtuaku. Karena aku juga lolos di UPNVYK jadi
orang tuaku membebaskan akum au pilih yang mana, mereka tetap support apapun
keputusanku. Setelah mempertimbangkan beberpa hal akhirnya aku memutuskan untuk
mengambil UNY dan setelah proses daftar ulang dan pkkmb aku dinyatakan resmi
menjadi mahasiswa UNY. Sekarang aku semester 1 sebagai mahasiwa dari prodi
teknik industri
Terimakasih
telah membaca biodataku dan cerita singkatku. See you……
Komentar
Posting Komentar